Wotas, Encoding, and Daily Thought

Just another wotas weblog

Wotas, Encoding, and Daily Thought header image 1

Saya benci Maria “Miyabi” Ozawa

September 16th, 2009 · wotas

Hahaha, gw emang sedikit telat untuk tahu berita soal miyabi yang satu ini bakal maen pilm di Indonesia bersama si kambing jantan. Jujur aja gw emang paling benci sama “miyabi” yg satu ini. Tidak ada hubungannya dengan masalah SARA, tapi memang gw benci sama yang satu ini.

Kenapa? karena bagi gw dia ini telah mencemarkan nama baik idol yg gw suka, Natsuyaki Miyabi (wiki en, wiki id, kpop wiki, momusuindo wiki). Ya, gw bilang kalo gw nge-fans sama Miyabi dan tanggapan mereka yang pertama kali pasti akan mengarah ke si sampah yg saya benci. Pada awalnya gw cukup nerima lah, tapi kok lama-lama kesel juga.

Gw emang menggantungkan sebuah gantungan hape (original goodies) dari konser Berryz Koubou - Berikoree di musim gugur 2008 lalu pada handphone yg saya pakai. Memang phone-strap ini bertuliskan romanisasi dari nama lengkap miya (夏焼 雅) , tapi setiap orang yang melihat gantungan kunci ini pasti akan menganggap gw sebagai pecinta JAV terutama “Miyabi” sampah yg itu.

16092009

Dan gw makin lama makin benci sama sampah masyarakat yg bernama belakang Ozawa ini, semenjak sejak isu yang menimpa miya setahun yang lalu (yang anggap itu tidak valid dan memang isu ini tidak pernah ditanggapi oleh pihak manajemen Up-Front Agency). Miya pun semakin dikaitkan dengan dunia JAV di banyak thread di 2chan.

Jika memang miya dikaitkan dengan JAV saya akan salahkan si “Miyabi” artis JAV itu. Saya tidak akan salahkan “Miyabi” hanya karena dia lebih populer, tapi kenapa istilah “Miyabi” harus diselipkan sebagai nama tengah dari sampah ini?

Miyabi (雅) is one of the traditional Japanese aesthetic ideals, though not as prevalent as Iki or Wabi-sabi. In modern Japanese, the word is usually translated as “elegance,” “refinement,” or “courtliness”.

The ideal posed by the word demanded the elimination of anything that was absurd or vulgar and the “polishing of manners, diction, and feelings to eliminate all roughness and crudity so as to achieve the highest grace.” It expressed that sensitivity to beauty which was the hallmark of the Heian era.

di quote langsung dari wiki.

→ No CommentsTags: ··

Unek-unek tentang blog detik

April 24th, 2009 · daily

Hahaha, heran. Sebenernya blog detik ini lebih memihak ke selebriti yah. Yg jadi headline nya blogstar terus. Sedangkan blog-blog pilihan di nomor dua kan dan lebih parahnya lagi blog-blog terbaru hanya terkesan sebagai pemanjang halaman saja dan sepertinya tidak real-time dimana postingan terbaru berada di tempat teratas.

Kenapa menunggu besok? Ngeblog detik ini juga!
Jangan takut bersuara! Ungkapkan perasaan, pikiran, atau ekspresi di sini

Haha, sepertinya itu hanya kata-kata manis belaka. Para blogger baru pun sepertinya cuma jadi pajangan di halaman depan saja. Bukankah lebih baik jika blogstar dan blogger umum punya hak yang sama. Kolom boleh dibedakan tapi akan lebih manis jika disejajarkan.

→ No CommentsTags: ····

Miyabi’s Sexy Moment @ Sono Subete no Ai Ni

April 23rd, 2009 · main blog update, wotas

Miyabi’s Sexy Moment @ Sono Subete no Ai Ni

update blog utama saya di wordpress. paragraf terkhirnya serius jujur. mungkin ini yg dirasakan wota sejati

→ No CommentsTags: ······

Hacked MPEG-TS…

June 6th, 2008 · video

*sigh*

Entah software apa yg digunakan oleh orang2 jepang untuk mengencode stream tv kabel mereka. Memang tidak ada masalah playback di software2 playback video yg umum digunakan seperti Media Player Classic dan VLC. Tapi yang jelas selalu bermasalah jika akan di transcode ke codec lain.

Saya biasanya mentranscode MPEG-TS ini ke container Matroska dengan video codec h264 yang diencode dengan core x264 dan audio Nero AAC. Alasannya adalah untuk menghemat space pada harddisk saya dan menghemat jumlah media backup nantinya.

MPEG-TS yang saya dapatkan terkadang memiliki audio delay di atas 500 ms. Pernah juga ditemukan kasus di selipkan video dengan resolusi rendah yang akan membuat sebagian besar software editing video berbasis directshow mengalami crash. Dan kasus terakhir yg saya jumpai adalah video dengan normal frame rate (29,97 fps) tapi seperti double frame rate (59,94 fps).

Untuk kasus yang terakhir ini saya masih bingung bagaimana pemecahan masalahnya, karena jika saya memisahkan stream video dan audionya maka hasilnya adalah stream video yang durasinya nyaris dua kali lipat dari stream audionya. Jika benar-benar dua kali durasi audionya mungkin akan lebih mudah jika memotong stream video in di tengah-tengah. Namun, Bagian tengah ke depan memiliki durasi yg lebih panjang dari bagian tengah hingga akhir. Ditambah lagi potongan frame awal dan akhir nya tidak sama.

Saya masih bingung bagaimana cara mendapatkan mpeg murninya yang tanpa masalah di baca oleh software untuk editing dan transcode.

→ No CommentsTags: ···

Miya we support you!

June 5th, 2008 · wotas

Photoserver.WS

→ No CommentsTags: ··